TANYA JAWAB SEPUTAR SHALAT

Tata Cara/ Gerakan Shalat

1. Bagaimana ketentuan duduk diantara dua sujud/ tahiyat awal saat kita makmum masbuk?

Saat menjadi makmum masbuk, dan imam sudah tahiyat akhir memang ada beberapa orang yang duduknya seperti duduk tahiyat awal dan ada pula yang mengikuti imam. Secara umum hal ini tidak mempengaruhi syarat syah shalat dan Andapun dapat memilih diantara keduanya karena memang keduanya diperbolehkan.

2. – Tahiyat jari telunjuk goyang atau tidak?

- Bagaimanakah praktek gerakan sholat yang benar? Apakah menggoyangkan / menjetikkan jari saat posisi tahiyat itu memang dilakukan Rasulullah?

- Kenapa waktu duduk tahiyat akhir ada orang yang jari telunjuknya nunjuk terus dari awal sampai akhir, ada yang abru nunjuk pas bacaan asyhaduaalla…, ada juga yang telunjuknya gerak-gerak terus, yang mana yang benar?

- Tasyahud pas shalat itu jari telunjuk nunjuknya mulai dari pas bacaan  attahiyat.. atau nunggu sampai beberpa saat dulu?

Sebenarnya gerakan shalat memang bervariasi apalagi mengenai jari telunjuk ini, sejauh itu ada tuntunannya maka diperbolehkan karena Rasulullah sendiri pun mencontohkan gerakan shalat dengan berbeda-beda pula.

3. Tanya perihal tata cara shalat sumbernya dari mana?

Sumbernya sudah tentu dari Al Qur’an dan hadist

4. Kalau waktu kita shalat dan udah selesai shalat ternyata baru adzan, itu diulang lagi shalatnya atau gimana?

Tentu saja harus diulang kembali karena syarat sahnya shalat adalah shalat saat sudah masuk waktu shalat. Bila tidak diulang maka shalat yang tadi dilakukan tidak sah.

 

Shalat Berjama’ah

1. Bagaimana jika shalat jama’ah tertinggal 1-2 raka’atnya, Apa tetap membaca doa iftitah sampai selesai? Jika iya, akan tertinggal rakaat lagi apa tetap akan diikuti?

Bila memungkinkan maka baca doa iftitah, namun apabila tidak memungkinkan maka dapat mengikuti gerakan imam saja.

2. Terkait shalat berjamaah, makmum bacaan mengikuti imam dan hanya mendengarkan bacaan imam saja. Nah selama shalat berjamaah apa yang harus makmum baca? Apalagi ketika shalat dhuhur dan ashar yang bacaannya tidak dikeraskan.

Baca bacaan shalat seperti biasa dan doanya pun terserah Anda mau baca surat apa tidak harus sama dengan imam.Yang paling tepat tetap mengikuiti gerakan imam (mutaba’ul imam)

3.- Kalau bikin jama’ah  sholat boleh nyambung dari orang yang shalat sendiri gak? Dengan cara ditepuk pundaknya apakah itu hadits atau cara yang dituntunkan Rasulullah? Kalau nyambung dari orang yang makmum masbuk untuk membuat jama’ah baru boleh tidak?

- Shalat berjama’ah di masjid kan wajib dan lebih diutamakan.  Nah kalau pas sampai masjid ada orang yang shalat sendirian terus mau jadi makmumnya gmn caranya? Apa harus nepuk bahu?

Tidak ada ketentuan harus menepuk bahu, tapi setidaknya harus ada isyarat tertentu yang menunjukkan pada orang itu bahwa dia imam dan kita adalah makmumnya. Menepuk atau tidak menepuk tidak ketentuan yang penting dia tahu. Sementara itu untuk shalat jamaah di masjid maka yang paling utama adalah mengikuti jama’ah utama yaitu jama’ah yang pertama kali terbentuk dengan  imam rawatib ( imam tetap di masjid tsbt).

4.. Jika posisi kita menjadi makmum masbuk kemudian belum selesai membaca al fatihah atau bahkan belum mulai sang imam sudah rukuk duluan, bagaimana sikap kita? Mengikuti imam atau melanjutkan bacaan? Jika mengikuti imam, bukankah membaca al fatihah itu wajib?

tetap mengikuti imam, karena seorang makmum harus mengikuti imam dan karena bila shalat berjamaah maka pahala atau sahnya shalat kita bergantung pada imam.

6. Apa syarat memilih seorang imam shalat?

Yang paling bagus bacaan shalatnya dan yang paling paham tentang Al Qur’an

 

Bacaan Shalat

1.-  Bagaimana jika ketika shalat ditengah  lupa rakaat? Apa harus diulang? Atau ada bacaan khusus? Bacaannya apa?

  – bagaimana kalu shalat sudah tidak fokus lalu lupa sudah rakaat keberapa shalatnya?

    –  Kalau lagi shalat lalu lupa sudah melakukan salah satu gerakan atau belum gmn?

Tidak perlu diulang, pilih rakaat dari yang terkecil lalu sebelum salam, sujud syahwi dua kali dengan bacaan sujud dan duduk diantara dua sujud sama seperti bacaan shalat biasa (sujud-duduk-sujud-salam). Lalu apabila lupa tahiyat awal dan sudah berdiri maka shalat tetap dilanjutkan dan di akhir melakukan sujud syahwi begitu pula bila lupa gerakan shalat yang lain.

2. Sebenarnya kalau shalat sunah itu (misal tarawih) kita baca doa iftitah ketika rakaat awal atau tiap awal shalat? ( misal shalat tarawih 20 rakaat dibagi 2-2, kita baca doa iftitah saat 2 rakaat pertama atau tiap awal dua rakaat?)

Doa iftitah disunnahkan setelah takbiratul ihram dalam shalat apapun, jadi sebaiknya doa iftitah dibaca setiap awal shalat. Namun apabila tidak dibaca maka tidak mempengaruhi sahnya shalat karena membaca iftitah tidak termasuk dalam syarat sahnya shalat.

3. ragam bacaan dalam shalat kan banyak, tapi kenapa yang dipilih hanya beberapa? Misalnya iftitah kalau itu apakah tiap ragam bacaan hanya digunakan pada waktu tertentu?

Untuk bacaan shalat memang bervariasi apalagi doa iftitah karena Rasulullah pun mencontohkannya bervariasi, jadi asalkan ada tuntunannya/dalil dan ada contoh dari Rasulullah maka itu dianggap benar.

4. Tolong carikan doa-doa sholat yang paling baik untuk shalat dan tolong disertakan sumber hadits nya.

Untuk doa-doa setelah sholat mau berdoa apapun bisa, doa-doa yang paling bagus yang berasal dari Al Qur’an. Tapi tetap tidak ada batasan dalam berdoa, asalkan kita tahu apa yang kita mohonkan, dan pakai bahasa Indonesia pun boleh.

 

Menjama’ dan Mengqashar

1. bagaimana jika kita meninggalkan shalat karena:

- tertidur

- terjebak macet

- pingsan

Lalu bagaimana menggantinya?? Dijamakkah?

Siapa yang tertidur ataupun lupa maka kerjakan ketika telah sadar. Asalkan bukan karena faktor kesengajaan tidak masalah jika menjamak shalat karena tertidur atau lupa, tetapi ingat harus segera dikerjakan ketika ingat atau bangun dari tidur. Jika karena macet tergantung, jika hal tersebut sudah biasa dan sudah terprediksi maka tetap wajib shalat dulu sebelum bepergian, namun apabila tak terduga maka bisa dijamak (kendala kesukaran).

2. Bagaimana dalam masalah mengqodho sholat, misal depok-bogor, jika dilihat dari jarak  tidak memenuhi syarat tapi waktu tidak memungkinkan dan banyak mesjid di sepanjang  perjalanan?

Bisa sebelum pergi sholat dulu, atau bila tidak memungkinkan bisa sholat diperjalanan sambil duduk atau pun berdiri boleh.

3.shalat maghrib dan ashar tidak bisa di jamak qashar ya? Terus kalu lagi dalam perjalanan saat itu gmn?

Bisa sebelum pergi sholat ashar dulu, atau bila tidak memungkinkan bisa sholat diperjalanan sambil duduk atau pun berdiri boleh.

4. Saya masih bingung tentang  jama’ dan qashar shalat. Bisa dijelaskan?

Qashar adalah meringkas shalat empat raka’at (dhuhur, Ashar dan Isya) menjadi dua rakaat. Sementara menjama’ shalat adalah menggabungkan antara dua shalat (Dhuhur dg Ashar atau Maghrib dg Isya’) dan dikerjakan dalam waktu salah satunya. Dari Umar radhiallahu ‘anhu berkata:”Shalat safar (musafir) adalah dua raka’at, shalat Jum’at adalah dua raka’at dan shalat ‘Ied adalah dua raka’at.” (HR.Ibnu Majah dan An Nasa’i dll dg sanad yg shahih). Qashar syaratnya safar (dalam perjalanan) sementara jama’ syaratnya bisa safar dan karena faktor kesukaran seperti karena operasi. jadi ketika kondisinya bukan musafir tidak bisa qashar. Jadi misalnya saya mau ke jawa timur kereta jam setengah 3, sebelum berangkat saya bisa menjamak sholat ashar dengan dhuhur tapi saya tidak dapat mengqasharnya karena saya belum masuk ke kondisi safar. Sementara jarak seseorang dapat dikatakan safar  ada yang bilang jarak 86 km,dll sebenarnya itu hanya pendekatan namun yang benar adalah berdasarkan pemahaman atau kebiasaan umum ,orang memahami itu sebagai safar atau bukan. Misalnya saya pergi ke bandung orang bilang itu safar, beda jika saya dari depok ke lenteng agung yang beda provinsi orang secara umum memahami itu bukan safar. Jadi bukan hanya pandangan subyektif namun juga pandangan orang lain.

5. Dalam hal apa kita dapat menunda shalat?

Faktor sakit, safar, kesulitan yang tidak terduga, kalau kondisi yang bisa terprediksi seperti rapat, macet dsb tetap wajib untuk sholat. Kita juga harus bertanya pada hati kita apakah ini alasan yang dibuat-buat atau yang sebenarnya.

6. Bolehkah kita menjamak shalat saat terjebak macet meskipun jarak nya belum memenuhi syarat untuk menjamak shalat? Gmn solusi terbaiknya?

Jika macetnya sudah menjadi kebiasaan dan dapat terprediksi maka tetap wajib shalat dulu sebelum bepergian atau sholat di jalan, namun apabila tak terduga dan  tidak ada masjid maka bisa dijamak (kendala kesukaran).  Namun saya rasa kemacetan di Jakarta masih bisa diprediksi jadi tetap harus sholat dulu sebelum bepergian atau bisa sholat saat di jalan.

7. Boleh tidak menjama’ shalat ashar di waktu dzuhur? Jadi bersama-sama dengan shalat dzuhur, tapi alasan menjamaknya adalah untuk mengefektifkan waktu (dalam suatu acara besar)?

Boleh menjama’ sholat jama’ ashar diwaktu dhuhur, tapi kalau alasannya karena ada acara BEM saya rasa itu bukan alasan untuk menunda sholat, toh masih ada waktu untuk mengerjakan sholat dan tidak ada kendala kesukaran maupun karena dalam perjalanan.

8. Bagaimana kalau ketika waktu shalat terlewatkan atau tertinggal karena ketiduran? Misal waktu subuh telah habis.

Ketika bangun atau sadar harus segera sholat

 

Wanita

1. Sesuaifiqih, bagaimana aturan sholat jama’ah bagi akhwat? Apakah satu baris rata atau ada jarak meskipun sedikit?

Imam wanita sejajar dengan makmumnya, ukuran rapat sebenarnya bahu dan kaki menempel antar jama’ah, jadi awalnya bahu dulu yang nempel baru kaki yang nempel.

2. kalau wanita yang mengalami keputihan sholatnya sah gak?

Keputihan termasuk najis, jadi apabila shalat dalam keadaan keputihan maka shalatnya tidak sah, karena itu sebelum shalat hendaknya dibersihkan dulu. Namun jika keputihan karena suatu penyakit dan tidak dapat dihentikan (keluar terus) maka tetap sebelum shalat dibersihkan dulu.

3. Kalau wanita selesai haid dan sudah mandi besar namun ternyata masih keluar bercak-bercak sedikit apakah shalat bisa dilaksanakan atau menunggu sampai benar-benar bersih?

Pertama harus dilihat dulu apakah masih masuk periode masa haid seperti biasanya tidak, jika ternyata masih masuk maka tidak boleh shalat.

4. Kalau misalnya kita ada masalah sama siklus haid kita ( dalam 1 bulan bs dapet lebih dr 1 kali) apa saat haid yang bukan siklus asli  kita bisa shalat? Atau bagaimana caranya agar kita tetap dapat shalat meskipun siklusnya terlalu lama?

Jika itu masa haid biasa/normal maka keduanya tidak boleh shalat, namun jika itu suatu penyakit maka tetap wajib shalat. Darah ini disebut dengan istihadhah yaitu darah yang keluar dari seorang wanita di luar kebiasaan dan kewajaran, karena sakit atau semisalnya. Batasan dalam istihadhah ini adalah 15 hari, yaitu bila darah haid yang keluar ters-menerus selama 15 hari maka itu sudah termasuk istihadhah sehingga harus segera mandi besar dan menunaikan shalat.

5. Wanita diperbolehkan menjadi imam kalau tidak ada laki-laki, kalau ada wanita yang menjadi imam karena waktu itu tidak ada laki-laki namun ditengah shalat tiba-tiba datang laki-laki yang mendirikan shalat berjama’ah, apakah jamaah wanita itu harus dibubarkan dan mengikuti jamaah laki-laki? Bagaimana kalu hal itu terjadi di mushola yang terpisah seperti di ged H?

Tetap dilanjutkan saja shalatnya tidak apa-apa kalu wanita, namun jika laki-laki shalat sendirian lalu ada jama’ah maka ia harus ikut shalat jama’ah itu. Karena laki-laki bila tidak shalat berjama’ah (terutama di masjid) maka terdapat aib di imannya. Untuk yang mushola ged h sepertinya tidak memungkinkan bila berjamaah antara yang ikhwan dan akhwat karena suara imam tidak dapat terdengar, jadi shalat sendiri (ikhwan dan akhwat shalat terpisah) juga tidak apa-apa(red).

Shalat Khusuk

1. Ketika shalat kalau tiba-tiba teringat sesuatu terus cepet2 sadar kalau lagi shalat, itu shalatnya sah gak?

Kalau pikiran pengaruhnya ke pahala dan ke kesempurnaan shalat itu sendiri, tidak berhubungan dengan sahnya shalat.

2. – bagaimana caranya agar waktu shalat pikiran kita tidak kemana-mana/ agar khusuk sholatnya?

    – Bagaimana cara agar sholat bisa fokus dan khusuk? Tidak memikirkan hal2 lain misalnya tidur, makan??

   – bagaimana cara untuk shalat khusuk? Shalat khusuk itu sebenarnya gimana? Apakah kita dapat merasakan kalau kita shalat khusuk? Tanda-tandanya apa saja?

Caranya segala aktifitas sudah kita atur dan urusan sudah terselesaikan sebelum shalat (misal sudah tidak menyalakan kompor dll). Saat shalat juga harus mempertimbangkan kenyamanan baik itu tempat,mukena,dll. Kita juga harus berusaha memahami apa yang kita baca yaitu dengan mengerti arti dari bacaan shalat karena sebenarnya ketika shalat kita sedang berbicara kepada Allah SWT. Dan kita pun tetap harus berusaha terus untuk khusuk dalam sholat karena sebenarnya syaitan itu akan selalu mengganggu kita..

3. Sejauhmana shalat dapat dikatakan khusuk?

Khusuk itu ukurannya hati, jika pikiran kita tidak teralihkan dari shalat dan tetap dalam koridornya dengan mentadaburi atau memahami bacaan. Dari Abu Hurairah r.a., kata nya: “Pada suatu hari Rasulullah saw. nampak sedang berkumpul dengan orang banyak. Sekonyong-konyong datang kepadanya seorang laki-laki, lalu dia bertanya: Ya, Rasulullah! Apakah yang dikatakan Iman?” Jawab Nabi saw., “Iman ialah: (1) Iman dengan Allah SWT; (2) Iman dengan para malaikat-Nya; (3) Iman dengan Kitab-kitab-Nya; (4) Iman akan menemui-Nya; (5) Iman dengan para Rasul-Nya; dan (6) Iman dengan berbangkit di akhirat.” Dia bertanya pula, “Apakah yang dikatakan Islam?” Jawab Rasulullah saw., “Islam ialah: (1) Menyembah Allah SWT, dan tidak mempersekutukan-Nya dengan yang lain-lain; (2) Menegakkan sholat fardu; (3) Membayar zakat wajib; (4) Puasa Ramadhan.” Tanyanya pula, “Ya, Rasulullah ! Apakah yang dikatakan Ihsan?” Jawab Nabi saw., “Menyembah Allah SWT seolah-olah engkau melihatNya. Sekalipun engkau tidak melihatNya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”

4. shalat yang khusuk seperti apa ya? Kita merasa sudah khusuk tapi ditengah-tengah suka kepikiran hal lain.

Bila ditengah shalat pikiran mulai teralihkan maka harus cepat-cepat sadar dan kembali fokus pada shalat. Kita harus sekuat tenaga untuk menolak segala godaan  dan itu Insya Allah akan dinilai sebagai suatu pahala tersendiri oleh Allah SWT.

 

LAIN-LAIN

1. Saya pernah dengar kalau tiap shalat ada batasannya/ akhir waktunya, kalau ada kapan saja ya? Misal shalat ashar jam 5

Subuh masuknya mulai terbit fajar sampai terbit matahari, pas matahari terbit itu diharamkan sholat, matahari setinggi tombak masuk waktu duha, pas matahari diatas kepala waktu yang diharamkan sholat, tergelincir sedikit kebarat masuk dhuhur sampai  bayangan seseorang sama  dengan tinggi tubuhnya, ashar berakhir sampai matahari menguning atau menjelang tenggelam, pas tenggelam diharamkan untuk sholat,  setelah tenggelam masuk waktu maghrib. Waktu Maghrib berakhir sampai hilangnya tanda merah diufuk, lalu masuklah waktu isya’ biasanya jaraknyahanya 1 jam dari waktu maghrib. Akhir waktu Isya’ masih diperdebatkan namun para ulama sepakat bahwa akhir waktu isya’ sampai tengah malam atau antara masuk isya’ dan subuh dibagi 2.

2. kan ada orang yang punya diabetes insipidus yang bikin dia beser setiap saat. Lalu kalau pas sholat gmn? Kan ada air seni yang keluar

Jika itu karena penyakit maka tidak apa-apa jika dia shalat.

3. Bagaimana agar bisa istiqomah shalat malamnya? Apalagi saya termasuk orang yang kalau tidur kayak kebo, susah meleknya

Mengatur aktivitas, habis isya’ tidur lalu mulai dari yang ringan dulu yaitu saat 10 menit sebelum subuh bangun dan shalat 2 rakaat. Usahakan agar dilakukan terus menerus karena sebaik baik amal adalah yang kontinyu.

4. Saat shalat dan wudhu masih menggunakan terompah ( kaos kaki dan sepatu), bagaimana hukumnya? Kesahan shalatnya?

Diperbolehkan dengan ketentuan  sepatu yang dipakai tertutup rapat dan sebelumnya kaki sudah suci. Untuk shalat juga tidak masalah karena sepatu sudah suci dengan tanah.

5. Kalau misalkan belum makan dan lapar, jam menunjukkan 14.35 tapi juga belum shalat dhuhur lalu mana yang didahulukan?kenapa?

Karena waktunya sudah mepet maka sholat dhuhur dulu, kecuali jika dtunda makannya akan pingsan. Karena bagaimanapun juga shalat itu wajib.

6. Mengapa orang yang beriman pada Allah harus sholat? Dan kenapa shalat menjadi amalan utama yang dihisab pertama kali di akhirat kelak?

Karena sholat itu perintah Allah SWT dan kita hambanya wajib untuk melaksanakannya. Analoginya seperti jika masuk Universitas maka harus bayar begitu pula jika ingin menjadi orang Islam yang bertakwa maka harus sholat. Semuanya pasti nantinya ada hikmahnya karena itu ketentuan Allah maka kita harus meyakininya karena Allah Maha Kuasa.

7. Lebih utama yang mana shalat jama’ah gak tepat waktu atau shalat sendirian tapi tepat waktu?

Kalau laki-laki lebih utama shalat jamaah sementara kalau wanita bebas memilihnya.

8. Apa hukumnya shalat sambil duduk dalam perjalanan?

Diperbolehkan kalau kondisinya tidak memungkinkan, saat sujud harus lebih rendah dari ruku’

9. Mengapa tato diharamkan? Adakah hadist nya? Apakah orang bertato tidak sah shalatnya?

Bukhori dari Ibnu Umar: “Allah melaknat penyambung rambut dan yang disambungkan rambutnya, pembuat tato dan yang ditato”. Allah SWT  berfirman: “…dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.”(QS. An-Nisaa:119). Tato tidak mempengaruhi sholat.

10. Bagaimana cara agar kita melaksanakan shalat tidak terpaksa karena takut dosa?

Kalaupun kita melaksanakan sholat karena takut dosa itu tidak apa-apa karena memang

Mengharap pahala dan takut dosa

11. bagaimana menjadikan shalat suatu kebutuhan bukan sebagai sinyal untuk memperlihatkan diri kita anak shaleh?ada hikmah yang menjadi kebutuhan

12. lebih utama mana shalat duha atau tahajud?apa hukumnya  melakukan istikharah dan hajat tiap kali bimbang dan ada masalah?

Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda:“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi). Bersabda Nabi Muhammad SAW :“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu  ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim ). Namun keduanya baik sholat dhuha maupun tahajud sama-sama perintah Allah jadi akan lebih baik bila dikerjakan keduanya.Dalam melakukan sholat istikharah dan hajat tiap kali bimbang dan ada masalah tentu saja diperbolehkan. Namun yang perlu diingat sholat istikharah digunakan untuk memantapkan suatu keputusan yang telah dibuat jadi bukan untuk mencari jawaban.

13. Bagaimana hukum sendawa saat shalat?

Tidak apa-apa

14. Bagaimana dengan orang yang melakukan sholat karena merasa sholat adalah kewajiban. Sedangkan sholat itu tujuan berdoa dan berkomunikasi kepada-Nya?

Tidak apa-apa jika seseorang sholat karena kewajiban karena memang begitulah adanya, kita umat muslim memang diwajibkan untuk sholat.

15. Sholat itu melakukan dalam tiga ilmu, tauhid fiqih, dan tashowuf , mohon jawabnya ustad?

Ilmu tauhid yang berarti sholat didasari atas keimanan pada Allah SWT dan merupakan salah satu bentuk ibadah pada Allah SWT. Yang kedua, ilmu fiqh, jelas ilmu ini sangat kita perlukan untuk menakar apakah laku ibadah kita sah secara syariat. Ilmu fiqih ini berhubungan dengan cara kita untuk melakukan sholat sesuai dengan tuntunan. Terakhir, ilmu tashowuf. ilmu ini khusus mengkaji ranah batin kita. Misal saat sholat, ikhlas atau tidak, khusyuk atau tidak. Jadi syarat beribadah terutama sholat itu yang pertama harus beriman ,ikhlas karena Allah dan sesuai tuntunan Rasulullah.

16. Satu hal yang masih saya bingung, mengapa tata cara shalat tidak diturunkan di Alqur’an melainkan dalam Hadist?

Itulah hikmahnya,karena praktek jadi harus ada contoh sehingga manusia dapat melihat contohnya secara langsung melalui Rasulullah SAW. Fungsi sunnah Rasulullah untuk menjelaskan Al Qur’an. Kalu pertanyaannya kenapa maka itu urusan Allah SWT.

17. Asal mula raka’at dalam shalat? Dan 5 waktu itu maksudnya apa? Padahal, nabi Muhammad itu selalu patuh kepada perintah Allah, namun dalam cerita yang saya dengar bahwa Rasullah itu meminta keringanan terhadap raka’at dan waktu shalat.

Rasulullah tidak mau membebani hambanya, perintah sholat 5 waktu itu sebenarnya sudah ada di lauful mahfudz menjadikan peristiwa seperti itu sebagai suatu hikmah prosesnya memang dijadikan demikian, dijadikan seperti itu sebagai suatu hikmah. Seperti larangan tentang khamr ada prosesnya turunnya ayat mulai dijelaskan mudhorotnya dan jangan shalat ketika mabuk namun intinya tetap haram.

18. Apakah shalat harus melulu dogmatis? Melulu kewajiban yang tetap harus dilakukan meski tidak sepenuh hati (hanya rapalan dan hafalan) ayat? Bolehkah bacaan shalat diganti dengan/ ditambahankan dengan ‘cerita’ atau ‘doa’ lainnya yang berbeda?

Memahami sholat sebagai perintah, mantap tidak mantap harus dijalankan karena itu konsekuensinya, dijalankan sambil memperbaiki diri sampai sholat tidakkarena  terpaksa lagi.Bacaan sesuai tuntunan sepanjang sesuai tuntunan tidak apa-apa.Menambahkan hal-hal lain yang bukan bacaan sholat tidak diperbolehkan.

Oleh Ustadz Arkham

Sumber : http://fusipsikologiui.tumblr.com/

29 thoughts on “TANYA JAWAB SEPUTAR SHALAT

  1. Mengapa bacaan sholat dhuhur dan ashar tidak dikeraskan atau dipelankan…???Mohon jawabannya segera,,.,
    Terima Kasih…

    • Bismillahirrahmanirrahim.

      Berikut dalil tentang shalat subuh.
      Dari Sa’id bin Musayyab Radhiyallahu anhu, bahwa ia melihat seseorang mengerjakan lebih dari dua rakaat shalat setelah terbit fajar. Lalu beliau melarangnya. Maka orang itu berkata, “Wahai Sa’id, apakah Allah akan menyiksa saya karena shalat?”, lalu Sa’id menjawab :”Tidak, tetapi Allah akan menyiksamu karena menyalahi sunnah”

      [SHAHIH. HR Baihaqi dalam "As Sunan Al Kubra" II/466, Khatib Al Baghdadi dalam "Al Faqih wal mutafaqqih" I/147, Ad Darimi I/116].

      Berikutnya Shalat dzuhur dan ashar
      “Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam biasanya berdiri pada shalat Zuhur di dua rakaat pertama, pada setiap rakaat (lamanya berdiri sekitar) seperti membaca tiga puluh ayat, dan pada dua rakaat lainnya sekitar lima belas ayat, atau, separuh dari itu. Sedang dalam shalat Ashar, di dua rakaat pertama pada setiap rakaat (lama berdirinya) seperti membaca sekitar lima belas ayat. Dan pada dua rakaat lainnya separuh dari itu. [HR Ahmad 11802, dengan sanad yang shahih, sesuai dengan syarat Muslim]

      Shalat maghrib
      Jangan kamu shalat witir 3 rekaat, (tetapi) shalatlah witir 5 atau 7 raka’at, dan janganlah kamu menyerupakan dengan shalat Maghrib.” [HR. Ibnu Hibban, di shahihkan oleh Syaikh Albani, lihat shahihah 2429]

      Shalat isya’
      Dari Jabir bin Samrah berkata, Penduduk Kufah mengadukan Sa’d (bin Abu Waqash) kepada ‘Umar. Maka ‘Umar menggantinya dengan ‘Ammar. Mereka mengadukan Sa’d karena dianggap tidak baik dalam shalatnya. Maka Sa’d dikirim kepada ‘Umar dan ditanya, Wahai Abu Ishaq, penduduk Kufah menganggap kamu tidak baik dalam shalat? Abu Ishaq menjawab, Demi Allah, aku memimpin shalat mereka sebagaimana shalatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Tidaklah aku mengurangi sedikitpun dalam melaksanakan shalat ‘Isya bersama mereka. Aku memanjangkan bacaan pada dua rakaat pertama dan aku pendekkan pada dua rakaat yang akhir. [HR. Bukhari 755]

      Pada dasarnya Shalat disesuaikan dengan aktifitas manusia. Saat subuh, manusia masih baru bangun dari tidurnya dan nyawanya belum jangkep (Bahasa jawa=lengkap) sehingga Allah SWT tidak menyiksa hambanya dengan jumlah rakaat shalat yang banyak. Begitu juga saat dzuhur dan ashar. saatnya manusia beraktifitas sehingga jumlah rakaat yang ditentukan adalah 4. Untuk maghrib hanya 3 karena waktu maghrib sangat sempit. sedangkan Shalat Isya adalah shalat penjamin kualitas dari seorang muslim. semakin awal muslimi shalat isya, maka semain bertakwalah ia. karena aktifitas manusia di kala isya juga sudah berkurang. dan semua rakaat dari shalat tersebut juga berdasarkan Sunnah Nabi Muhammad Salallau ‘alaihi wassalam. semoga bermanfaat. wallahua’lam bisshawwab :)

    • ass ust..
      saya masih bingung apakah ditahiyat akhir itu harus membaca allahhumma sholi ‘alaa sayyidina muhammad, atau hanya allahhumma sholi ‘alaa muhammad..
      wss

  2. MAAF SAYA MAU NANYA TENTANG SHOLAT BERJAMAAH.. PADA SAAT IMAM MEMBACA ALFATIHAH SI MAKMUM MEMBACA APA???? TOLONG PENJELASAN TRIMS

  3. Kalau kita shalat hajat 12 rakaat. Bacaan tahiyat nya bagaimana tahiyat awal pas akhir rakaat tahiyat awal dan akhir. Atau seluruh bacaan tahiyat di baca.

    • Bismillahirrahmanirrahim.
      Shalat hajat minimal 2 rakaat. maksimal 12 rakaat.
      Untuk shalat hajat yang di lakukan lebih dari dua rakaat, dengan cara setiap dua rakaat salam.
      tidak ada tahiyat awal. langsung tahiyat akhir. seperti shalat tarawih.
      semoga bermanfaat. Wallahua’lam :)

  4. Ass.Maaf saya saya sangat bimnggung dan butuh informasinya karna pengkajian saya tentang islam sgt minim,begini saudara ku: saya kerja d luar negri/jepang dimna d sini minoritas muslim dan tak boleh sholat d tempat kerja,sedng sya kerja dari pagi jam 8-6 sore.nah bagai mna saya mengngerjakan sholat zuhur,ashar,magrib dan isya,sedang saya sampai di apartement pas waktu setelah magrib.mohon penjelasanya dan bagaimana tata caranya….sangat mohon info pengetahuannya saudara ku…semoga Alloh membalas kebaikan anda.Amin…

    • Sholat adalah urusan individu ataw tanggunngjawab setiap individu dengan Tuhanya. Ummat islam wajib menunaikan solat lima waktu walau apa kesibukan dan alasan sekalipun. maka tidak boleh ada alasan untuk meninggalkan kewajiban tersebut. Adapun ditempat kerja tidak ada waktu untuk solat adalah urusan individu dengan majikannya, supaya meminta izin dengan majikanya untuk dapat melaksanakan solat. Dan hal tersebuat adalah hak asasi manusia dan menghormati sesama agama Sepertimana ada waktu istirahat dan makan di sebuah tempat kerja, maka digunakan waktu tersebut untuk sholat adalah sangat memungkinkan. Adapun tempat sholat, asal bersih tidak menjadi masalah untuk mengerjakannya. Untuk itu kita wajib lebih mementingakan urusan akhirat berbanding urusan dunia. Karena kekayaan yang kita peroleh tanpa mengimbangi dengan pendekatan dan keredhoan kita dengan Allah SWT. adalah sia-sia belaka. Terima kasih. Wassalam…

  5. pada waktu remaja, saya sering meninggalkan sholat fardhu. sekarang saya telah dewasa. Bagaimana cara mengganti sholat fardhu yang dahulu tidak pernah kita kerjakan. Terima kasih

  6. Kami sekeluarga sholat berjamaah di rumah, Saya,istri&anak saya. Saya sebagai imam , kadang kala Saya berjamaah dengan anak Saya saja sedangkan anak Saya cewek 9 tahun & belum baligh, apakah sholat berjamaahnya sah?

  7. Assalamu’alaikum wr wb
    mau tanya, kmr prnah jd imam sholat isya sm kluarga tp di rakaat 1&2 sy bacaane ga brsuara, sholatnya spti sholat dhuhur/ashar gt lah.
    Bagaimana hukumnya kl yg seharusnya bersuara bacaanny tp lupa ga disuarain? Apa perlu di ulang? Ada hadistnya ga?
    Mohon petunjuknya. Trma ksh. Wassalamu’alaikum..

  8. assalamu’alaikum
    mau tanya seputar makmum masbuk
    kalau tertinggal 1 raka’at..pas imam tahiyat awal apa kita ikut membaca do’a tahiyat awal?
    terus wkt imam tahiyat akhir.apa kita ikut membaca tahiyat akhir smp selesai(hamidummajid)?
    wassalam

  9. Saya masih bingung,
    saat shalat tahajud atau shalat sunnah lainnya pas mw membaca bacaan shalat tahajud misalnya, itu kan pas tahiyat terakhir bukan ? Lalu kalau benar saat tahiyat terakhir, bacanya bacaan tahiyatnya dlu atau bacaan tahajudnya ?

  10. apabila kita lup, ada salah satu gerakan sholat yang belum di kerjakan tetapi kita ingat ketika sudah salam, apa yang harus kita lakukan ?

  11. asslammlkm…..
    selama ini sy sll sholat sendiri dan tdk pernah sholat berjamaah..,sy ingin sekali sholat berjemaah tp sy msh ragu apa yg sy baca sebagai makmum stlh imam selesai membaca AL FATIHAH sampai ke ruku..dan apa pula yg sy baca sebagai imam stlh selesai membaca AL FATIHAH, sy sangat menunggu penjelasannya, terima kasih atas bantuannya smoga Allah senantiasi membalas kebaikan umat NYA…, amin….

  12. Assalamu’alaikum..Pak saya mau tanya bagaimana sholat jumat bagi oarng yang bekerja di atas kapal,yang pemukim islamnya cuma 10 sampai 15 orang..

  13. bagai mana hukumnya orang yang bepergian yang menjamak shalat bermakmum sama orang yg titak bepergian /imam tdak menjamak shalatnya

  14. Assalamu’alaikum wr wb

    Bapak saya mau nanya, ketika kita datang ke mesjid/surau (waktu ashar dan dzuhur) kita melihat ada orang sedang melakukan shalat, dengan isyarat tertentu kita akan bermakmum kepadanya bagaimana posisi orang tersebut jika :
    1. dia bukan melakukan shalat wajib (melakukan shalat sunat) dan bagaimana dengan si makmum
    2. ketika kita melakukan shalat sendiri (shalat wajib) kemudian ada yang akan bermakmum dengan kita, apakah kita harus berganti niat (bagaimana niatnya)
    3. kita melihat ada orang yang sedang shalat wajib (ternyata dia adalah sisa dari makmum sebelumnya) apakah kita boleh berimam kepadanya..
    4. apa tanda atau isyarat yang kita lakukan agar orang mengerti bahwa kita sedang melakukan shalat sunat

    demikian pertanyaan saya semoga Bapak mau membantu memberikan jawabannya, terimakasih

    Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s