Udah G’ Jamannya Galau Lagi

‘Galau’, dulu istilah ini jika diucapkan bukanlah merupakan kata yang istimewa, tapi kalau sekarang…. wah siapa yang ngga’ heboh. Kata yang semakna dengan risau ini sekarang acap kali digunakan oleh kaum muda mudi untuk menyebut diri atau temannya yang tampak sedang memikirkan suatu hal dengan mimik bingung plus gugup dan sedikit putus asa. Di situs jejaring sosial pun bukan hal yang baru jika ada seseorang yang menulis status dengan note ‘lagi galau’. Bahkan salah satu stasiun televisi swasta dibumi pertiwi ini pernah memprogramkan satu scene yang khusus menyediakan tempat bagi para ‘galauers’ yang ingin menyalurkan kegalauan mereka dan… ngga’ pernah sepi peminat deh.
Untuk anak-anak muda, baik sekarang maupun dulu virus galau memang terkadang menjangkiti, hanya akhir-akhir ini saja menjadi sangat booming publikasinya. Istilah galau pun juga baru sekarang sangat populer. Tapi sebenarnya perlu ngga’ sih galau itu kita pelihara dan kita publikasikan ke umum???? Coba kita lihat dulu ulasannya…..
Galau itu…. bikin kita ngga’ bisa mikir jernih. Kita akan terus terbawa oleh suasana hati yang ngga’ tenang dan kita bisa lupa waktu. Wah gimana tuh? Padahal waktu adalah pedang, nah kalau itu saja bisa terlewat tanpa terasa gimana yang lain???? Tugas kampus yang numpuk, presentasi yang udah deadline, bahkan cucian yang numpuk pula – bagi yang in the kost – ngga’ bakal terlintas tuh. Udah terlihat kan dari sedikit ilustrasi di atas kalau bergalau-galau ria jelas merugikan kita. Makanya ayo kita tumpas virus-virus galau dari pikiran-pikiran kita. Caranya????
Beberapa cara yang bisa kita gunakan untuk menghindarkan diri dari galau antara lain adalah dengan mengubah perspektif kita tentang sesuatu yang menimpa kita. Misalnya kita lagi deket sama someone yang spesial, tadi habis ketemu dan kita jadi mikirin terus sampai membayangkan kalau tadi ketemunya bisa lebih romantis lalu bisa bicara banyak dan bingung gimana cara menghilangkan itu, coba kita lihat masalah itu dari berbagai sisi, bukan dari sisi kita saja tapi dari sisi orang lain. Kalau kita memang butuh orang lain untuk membantu kita menyelesaikan masalah itu ya kita minta bantuan aja. Orang yang kuat bukanlah orang yang bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tapi orang yang meminta pertimbangan orang lain agar masalahnya itu bisa terselesaikan dengan lebih baik karena setiap orang itu memang punya persepsi sendiri dalam menyikapi suatu masalah.
Cara lain untuk mengatasi bila kita sedang tertimpa kegalauan adalah dengan tidak menyendiri. Biasanya kalau kita menyendiri itu pikiran kita bisa ngelantur kemana-mana trus jatuhnya kita jadi galau deh.Maka dari itu sebaiknya kita mencari keramaian atau mencari kesibukan lain. Lebih baik lagi kalau kita mangisi kekosongan waktu kita itu dengan melakukan kegiatan yang positif, misalnya saja kita bisa mengikuti kegiatan-kegiatan kampus yang tentunya bisa memberikan manfaat pada kita. Gimana??? Gampang kan???
Di dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan bahwa kita sebagai seorang muslim dilarang untuk mudah berputus asa, “Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [QS. Az-Zumar : 53]. Galau itu wajar aja sih buat kita, tapi jangan sampai kita galau berlebihan. Karena segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik.
Sebagai seorang muslim dan muslimah, cara akhir yang paling ampuh adalah lebih sering mendekatkan diri pada Sang Pencipta kita. Do’a adalah obat galau (Mario Teguh). Dengan sering berdo’a dan mendekatkan diri pada Tuhan kita akan terhindar dari yang namanya galau, atau paling nggak ke-galau-an kita lebih terkurangi. Dan jangan lupa sering membaca, mempelajari, dan mengamalkna Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an adalah obat penyejuk hati.
Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib dari suatu kaum hingga mereka merubah sendiri keadaan yang ada pada mereka. [QS. Ar-Ra’d : 11]
Kalau kita-kita generasi muda menjadi generasi galau bagaimana nasib bangsa ini?? Kita yang merupakan agen perubahan aja sukanya galau, lha negara kita mau jadi apa? Masa iya kita mau negara kita tercinta ini menjadi negara galau? Trus kapan majunya? Kita ini udah kalah jauh guys…. ayo kita katakan TIDAK pada galau. Kita bisa jadi agen perubahan yang benar-benar mantap menatap masa depan dengan keyakinana tinggi, no more galau….!!!! gimana friends setuju kan?? –Aquila El-Faruq –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s