KaMus (Kajian Muslimah) : Pentingnya Ilmu

“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia, maka dengan ilmu. Barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat, maka dengan ilmu. Barangsiapa menghendaki kehidupan keduanya, maka dengan ilmu”

Masih ingat tentang hadits itu?? Tentunya bukan hadits yang asing kita dengar. Jum’at (8 Maret 2013) lalu seorang penulis dan ibu yang luar biasa datang mengisi Grand Opening kajian kemuslimahan di FKH Unair. Beliau adalah Sinta Yudisia. Penulis yang lebih senang dipanggil bunda daripada ustadzah itu memberikan kajian yang luarbiasa menarik. Peserta dari kalangan dosen, karyawan, dan mahasiswi sangat antusias mengikuti dan menyimak penyampaian dari beliau.

Hadits di atas juga termasuk salah satu yang beliau sampaikan. Ilmu adalah sumber segala macam pencapaian hidup. Kita hidup di dunia ini perlu adanya pengetahuan, kita mencari bekal di akhiratpun juga perlu didasari ilmu. Jika kita ingin mencapai kehidupan keduanya maka juga dengan ilmu. Contohnya adalah jika kita ingin menjadi dokter hewan yang profesional, bisa menyembuhkan hewan yang sakit, maka tidak semata-mata kita mengira-ngira obat apa yang tepat untuk menyembuhkan hewan tersebut. Semua itu perlu proses dengan didasari ilmu. Kita harus tahu gejala klinisnya, diagnosanya, sampai pada tahap cara penyembuhannya. Begitu juga tentang shalat, tidak semata-mata kita melakukan gerakan-gerakan yang ada dishalat itu kemudian langsung selesai. Namun kita harus bisa mencari maksud dari gerakan sholat itu, juga tahu arti dari bacaan sholat yang sering kita ucapkan. Dalam ayat Al-Qur’an dan Hadits perintah sholat selalu ‘dirikanlah sholat’ bukan ‘tunaikanlah sholat’. Mungkin kita masih belum bisa memahami makna kata itu, namun Allah sudah menjelaskan bahwa Sholat itu adalah tiangnya agama, maka jika sholat kita buruk, buruklah seluruh amalan kita. Begitu juga sebaliknya.

Bunda Sinta tidak hanya menjelaskan sampai disitu saja, beliau juga menyampaikan perilah dasar-dasar ilmu yang perlu kita tahu, tanamkan dalam hati, dan diamalkan. Dasar Ilmu itu adalah Aqidah/ tauhid, Qur’an dan Hadits, Akhlaq, Fiqih, dan ilmu-ilmu yang ada di dunia ini (Medis, seni, sastra, dll). Aqidah diletakkan di awal karena aqidah itu berasal dari keyakinan diri masing-masing. Orang yang aqidahnya kuat, maka ia kuat imannya, tidak mudah terpengaruh oleh ilmu-ilmu yang tidak jelas sumbernya. Al-Qur’an dan Hadits adalah sumber dari segala ilmu di dunia maupun di akhirat, jadi kita umat muslim harus memahami seluruh isi dari ayat-ayat Al-Qur’an bahkan hafal surat-suratnya.

Kajian yang berlangsung selama 1 jam ini berjalan begitu cepat dan peserta yang hadir antusias bertanya pada sesi tanya jawab. Salah satu dosen FKH, yakni Ibu Sri Hidanah pun juga menanyakan bagaimana seorang bunda Sinta bisa mengatur waktu dalam menulis, mengajar, dan mengurus rumah tangganya. Bunda Sinta tersenyum sambil menjawab pertanyaan dari beliau, bahwa ia gunakan waktu menulis di saat malam hari kemudian ia lanjutkan sholat malam. Dalam mendidik anak ia juga selalu mendampingi mereka pada saat menonton TV, sambil sesekali menasehati untuk tidak meniru adegan di salah satu sinetron yang ditonton. Beliau juga seorang istri solihah yang taat pada suami, beliau selalu meminta izin kepada suami, seperti halnya mengisi kajian di FKH.

Kajian Kemuslimahan ini tidak hanya berakhir jum’at kemarin, namun masih ada kajian-kajian lain yang setiap jum’atnya diadakan oleh bidang kemuslimahan JMV. Jadi kita tunggu saja KaMUs berikutnya. Don’t Miss it!! Be A True Muslimah J

Redaksi~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s