Pilih Mana, Memancing atau Menjaring??

Kalian tahu maksud judul itu?? Hem..nggak tahu?? Oke, ayookk sama-sama cari tahu apa maksudnya. Lets cekidot..

Sebenarnya kata itu tiba-tiba muncul dibenak saya waktu memikirkan hal yang sempat membuatku ‘galau’ (alay J). Dimana saat dihadapkan oleh suatu kenyataan bahwa saya harus merubah sifat yang awalnya selalu menjadi anak buah atau adik kelas, sekarang harus menjadi sosok yang bisa mengatur, mengajak, juga membimbing mereka. Trus apa hubungannya sama memancing dan menjaring itu??

Nah, disinilah saya ingin membuat suatu gambaran atau ilustrasi tentang makna sebuah pencarian bakat seseorang.

Memancing identik dengan alat pancing, kail, umpan, dan kursi (masak mau berdiri terus??). Saat kita melemparkan tali pancingan itu ke arah yang ingin kita tuju, saat itulah awal mula pencarian. Dimana dalam prosesnya, kita harus terampil, siap siaga jika umpan sudah mengenai target, dan juga perlu kesabaran ekstra. Seperti halnya mencari bakat seseorang, dengan memancing maka kita akan mendapatkan orang yang benar-benar kita cari. Meski membutuhkan waktu yang lama dan orang dengan bakat yang kita inginkan hanya sedikit, namun mereka mau masuk ke dalam pancingan itu karena kemauannya sendiri, dengan segala kemampuan yang dimiliki. Ibarat hidup, kita memberi kesempatan mereka karena inisiatif dan kemauan, bukan karena paksaan.

Atau pilih menjaring?? Yup, dengan menjaring kita bisa mendapatkan jumlah yang funtastis dengan waktu cepat. Kita hanya memanfaatkan jaring itu kemudian masukkan ke dalam air, maka dalam waktu cepat banyak ikan yang kita dapatkan. Meski begitu namun kebanyakan mereka terpaksa masuk karena tidak memiliki pilihan lain untuk melarikan diri. Seperti halnya mencari bakat seseorang, kita tidak perlu mencari dengan susah payah waktu lama, kita bisa memanfaatkan suatu tempat yang banyak populasinya, kemudian tinggal kita ajak mereka. Memang terkadang kuantitas masih kalah dengan kualitas, namun disinilah makna dari sifat menjaring itu. Kita bisa tergerak untuk membangkitkan potensi yang ada dalam diri mereka. Dimana mereka masih bingung apa potensi mereka, dimana mereka tidak yakin apakah mereka memang memiliki kemampuan itu, dimana mereka takut atau malu menunjukkan bakatnya. Itulah tugas kita sebagai seseorang di posisi pencari bakat itu. Kita harus lebih aktif, menarik mereka, dan memotivasi mereka untuk muncul ke permukaan.

Tidak selalu yang benar itu baik. Kehidupan sosial tidak bisa kita pungkiri lagi. Semua orang memiliki bakat dan kemampuan masing-masing.  Mencari bakat seseorang dengan memancing atau menjaring, terserah kita. Allah sudah berfirman bahwa, ‘segala sesautu yang tidak kamu sukai, boleh jadi baik bagimu. Dan segala sesuatu yang kamu sukai, boleh jadi buruk bagimu’. Dan jika merasa berat menjalankannya, maka ingat-ingatlah firman Allah, ‘Sesungguhnya sesudah kesulitan itu, ada kemudahan.

Redaksi~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s